01 / 04 · NARATIVE.ID SPECIAL COVERAGE

SLAMET

Visual SLAMET

Ia berdiri di tengah Jawa. Dari lerengnya, kehidupan mengalir ke desa-desa yang tumbuh di sekelilingnya.

SCROLL KE BAWAH ↓
02 / 04 · AIR & HUTAN

SEMUA BERMULA DARI ATAS

Visual SEMUA BERMULA DARI ATAS

Air turun melewati hutan, mengisi sungai, mengairi sawah, lalu sampai ke kehidupan manusia. Apa yang terjadi di atas gunung, tak selalu berhenti di atas gunung.

03 / 04 · KEHIDUPAN

GUNUNG INI BUKAN RUANG KOSONG

Visual GUNUNG INI BUKAN RUANG KOSONG

Hutan menjadi rumah bagi kehidupan liar. Lereng menjadi ruang hidup manusia. Di antara keduanya, ada hubungan yang telah berlangsung dari generasi ke generasi.

04 / 04 · MENUJU TAMAN NASIONAL

MASA DEPAN SLAMET SEDANG DIBICARAKAN

Visual MASA DEPAN SLAMET SEDANG DIBICARAKAN

Sebuah gagasan muncul untuk memperkuat perlindungan kawasan Gunung Slamet melalui usulan taman nasional. Apa yang hendak dijaga? Apa yang mungkin berubah? Dan bagaimana suara mereka yang hidup di sekelilingnya?

SLAMETNARATIVE.ID
01 / 04
📰 PUSAT BERITA (9)
NARATIVE.ID · SPECIAL COVERAGE

SLAMET

Menuju Taman Nasional

Perjalanan menjaga hutan, air dan kehidupan di atap Jawa Tengah.

01 — HULU YANG MENGHIDUPI

Hutan adalah pabrik air raksasa dan suaka terakhir satwa langka Jawa.

Dari puncak 3.428 mdpl hingga sabuk pinus dan lumut purba, hutan hujan Gunung Slamet bertindak sebagai spons raksasa. Ia menangkap kabut serta guyuran hujan pegunungan, lalu melepaskannya perlahan ke rongga bumi menjadi empat Daerah Aliran Sungai (DAS) raksasa: Pemali, Comal, Gung, dan Serayu—menghidupi sawah petani, industri, dan dapur jutaan warga di pantura serta selatan Jawa Tengah.

Di pulau terpadat di dunia, kanopi terjal di atas 800 mdpl ini sekaligus menjadi benteng isolasi suaka terakhir. Ketika hutan dataran rendah Jawa hampir musnah, rimba Slamet yang berkabut tebal menyelamatkan 99 jenis burung, 15 mamalia liar langka (Macan Tutul, Owa Jawa, Surili, Lutung), serta kembalinya Poksai Kuda Slamet yang sempat hilang tanpa catatan liar selama 93 tahun.

4
DAS UTAMA PENYANGGA JAWA TENGAH

Pemali · Gung · Comal · Serayu

DOKUMEN RESMI PEMERINTAH · 2025
TUK SIKOPYAH

Pemkab Purbalingga menyebut Tuk Sikopyah sebagai salah satu mata air terbesar di lereng timur Gunung Slamet dan menjadi sumber kehidupan bagi Serang, Kutabawa, Siwarak, serta dialirkan hingga Desa Gombong, Kecamatan Belik, Pemalang.

Tuk Sikopyah, Desa Serang
PEMANFAATAN MATA AIR

Perhutani KPH Banyumas Timur dan BBPTUHPT Baturraden menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan mata air di kawasan BKPH Gunung Slamet Barat pada Mei 2026.

BKPH Gunung Slamet Barat

Catatan lapangan: Air dari empat DAS ini membasahi ribuan hektare sawah, menyuplai pabrik, dan mengalir ke dapur jutaan warga di pantura serta selatan Jawa Tengah. Menjaga rimba hulu adalah perkara menyambung hidup orang banyak.

288 km²BENTENG RIMBA UTUH

Riset Oryx (2018) memetakan blok rimba kontinu di atas ketinggian 800 mdpl—koridor penyelamat satwa liar Jawa yang mutlak tidak boleh terfragmentasi oleh perambahan.

SURVEI LAPANGAN · ORYX
99Spesies BurungSurvei Hayati Rimba
15Spesies MamaliaSurvei Hayati Rimba
17Reptil & AmfibiSurvei Hayati Rimba
JEJAK RIMBA SLAMETGeser untuk melihat catatan perjumpaan satwa
SURVEI 20186 spesies

Penelitian 2018 mencatat 6 mamalia endemik

Bagian pembahasan penelitian menyebut enam mamalia endemik dalam hasil lapangan Gunung Slamet.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 20182 spesies

Survei 2018 mencatat 2 spesies amfibi endemik

Dari 17 reptil dan amfibi yang ditemukan pada survei 2018, dua merupakan spesies endemik: Nyctixalus margaritifer dan Rhacophorus margaritifer.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 201828 spesies

Survei 2018 mencatat 28 spesies burung dengan sebaran terbatas

Penelitian mencatat 28 spesies burung dengan sebaran terbatas dalam Java and Bali Forest Endemic Bird Area.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 20189 spesies

Sembilan dari 15 mamalia tercatat masuk daftar perlindungan Indonesia pada konteks penelitian

Penelitian menyebut sembilan dari 15 spesies mamalia yang tercatat berada dalam daftar perlindungan Indonesia yang dirujuk penulis.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 20183 spesies

Survei 2018 mencatat 3 mamalia yang sebelumnya belum diketahui terdapat di Gunung Slamet

Penelitian melaporkan tiga mamalia yang sebelumnya belum diketahui terdapat di Gunung Slamet: landak Jawa, trenggiling Sunda, dan linsang belang.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 201830 spesies

Penelitian menyebut 30 spesies hasil survei masuk daftar perlindungan Indonesia

Bagian pembahasan artikel menyebut 30 spesies yang dibahas dalam kelompok fauna penting penelitian tercantum dalam daftar perlindungan pemerintah Indonesia yang dirujuk penulis.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 201813 spesies

Survei 2018 mencatat 13 spesies burung terancam secara global

Dari 99 spesies burung yang tercatat dalam survei biodiversitas Gunung Slamet pada September–Desember 2018, sebanyak 13 merupakan spesies yang dikategorikan terancam secara global dalam penelitian tersebut. Data berasal dari survei enam lokasi pada ketinggian 970–2.512 mdpl.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SURVEI 20185 spesies

Survei 2018 mencatat 5 spesies mamalia terancam secara global

Survei biodiversitas Gunung Slamet pada September–Desember 2018 mencatat 15 spesies mamalia. Lima di antaranya dikategorikan terancam secara global dalam penelitian tersebut.

Sumber: Biological richness of Gunung Slamet, Central Java, and the need for its protection
SATWA ENDEMIK KUNCI · SURVEI LAPANGAN

Poksai Kuda Slamet

Garrulax rufifrons slamatensis

Survei Oryx 2018 mencatat kembali subspesies endemik Gunung Slamet ini setelah tidak ada catatan liar sejak 1925.

1925catatan liar terakhir→2018ditemukan kembali di rimba
Titik perjumpaan dirahasiakan demi melindungi satwa dari ancaman jerat pemburu.
06 · ENDEMIK SLAMETPOKSAI KUDA SLAMETGarrulax rufifrons slamatensis

Survei Oryx 2018 mencatat kembali subspesies endemik Gunung Slamet ini setelah tidak ada catatan liar sejak 1925.

DOKUMENTASI HABITAT ALAMI
01OWA JAWAHylobates moloch

Tercatat pada survei biodiversitas Gunung Slamet 2018 dan termasuk mamalia terancam yang disorot studi.

FOTO REFERENSI SPESIES
02SURILI JAWAPresbytis comata

Tercatat pada survei biodiversitas Gunung Slamet 2018 dan termasuk mamalia terancam yang disorot studi.

FOTO REFERENSI SPESIES
03LUTUNG JAWATrachypithecus auratus

Tercatat dalam survei Oryx 2018 dan disorot sebagai mamalia penting Gunung Slamet.

FOTO REFERENSI SPESIES
04MACAN TUTUL JAWAPanthera pardus melas

Tercatat dalam survei Oryx 2018; termasuk mamalia prioritas konservasi yang dibahas studi.

FOTO REFERENSI SPESIES
05ELANG JAWANisaetus bartelsi

Tercatat pada survei Oryx 2018; studi menyebut Elang Jawa sebagai spesies prioritas konservasi.

FOTO REFERENSI SPESIES
⚡ DISPATCH LAPANGAN · BAB 01
Liputan Khusus: Hulu yang Menghidupi (Mata Air & Suaka Hayati)

Laporan investigasi dan pantauan jurnalisme Narative.id mengenai sengketa debit air hulu, konservasi DAS, dan penjagaan suaka satwa langka di lereng berkabut.

LIPUTAN KHUSUS

WASPADA! PARA PERAMPOK SEDANG MENGINCAR MATA AIR PEMALANG

Jangan Silau oleh Tawaran Investor. Jangan Biarkan Kekayaan Alam Daerah Dikuasai Segelintir Orang.Ada sesuatu yang perlu kita waspadai ketika uang besar datang ke sebuah daerah…

Baca Laporan Lengkap ↗
Lihat seluruh arsip liputan Hulu & Hayati (1) →
02 — TEKANAN & ALARM BENCANA

Ketika kanopi terkelupas, air hujan meluncur membawa petaka lumpur.

Tekanan terhadap Gunung Slamet tidak terjadi tiba-tiba. Di lereng barat dan selatan, tebing-tebing curam dibuka untuk budidaya sayuran monokultur tanpa terasering memadai, ditambah bekas rintisan eksplorasi energi di masa lalu serta guyuran hujan ekstrem akibat krisis iklim.

Ketika banjir bandang lumpur menerjang Kalipuh, Guci, hingga Banyumas, sains dan citra satelit membuktikan bahwa bencana di hilir berakar dari retakan dan alih fungsi di hulu. Spons tanah alami yang terkelupas membuat air hujan meluncur liar tanpa tertahan.

PANTAUAN CITRA SATELIT · LERENG BARAT SLAMET
96,6ha

hutan lebat berkurang

0,7%

laju penyusutan kanopi hijau

98,7ha

lahan beralih rupa terbuka

Setiap hektare hutan yang terbuka mengurangi kemampuan tanah menyerap guyuran hujan, memicu ancaman longsor dan banjir lumpur ke desa-desa di bawahnya.

JEJAK HISTORIS · LERENG SELATAN BANYUMAS
913,96 ha

hutan lindung beralih fungsi

Catatan riset UGM atas dinamika tutupan lahan di wilayah tangkapan air hulu.

69,81 ha

jejak bukaan rintisan lama

Area bekas rintisan eksplorasi energi terdahulu yang kini membutuhkan pemulihan vegetasi berkelanjutan.

Bentang alam membutuhkan waktu belasan tahun untuk sembuh. Menghijaukan kembali bukaan lama dan menata kebun sayur terjal adalah syarat mutlak keselamatan bersama.

JEJAK WAKTU

Membaca riwayat bentang alam secara jernih dan berimbang.

Rintisan Eksplorasi

ESDM mencatat bukaan lahan historis yang pernah dibuka untuk kegiatan eksplorasi energi di lereng selatan.

KETERANGAN RESMI ESDM

Inspeksi Pemulihan

Hasil pantauan menunjukkan area yang tidak lagi aktif mulai ditumbuhi vegetasi alami dan pohon perintis.

LAPORAN INSPEKSI RESMI

Penutupan Sumur Uji

Dua titik sumur eksplorasi resmi ditutup permanen (*plug and abandon*), diikuti komitmen reboisasi bertahap.

DOKUMEN RESMI PEMERINTAH
DARURAT HULU SLAMET

Banjir di hilir bermula dari retakan di puncak.

Rapat koordinasi darurat lingkungan Jawa Tengah mengungkap kenyataan terang: banjir lumpur dan longsor yang kian sering terjadi adalah akumulasi dari kebun sayur curam tanpa terasering, bukaan lereng terjal, serta guyuran hujan ekstrem krisis iklim.

DOKUMEN RESMI PEMPROV
⚡ DISPATCH INVESTIGASI · BAB 02
Liputan Khusus: Krisis Air & Luka Ekologis Lereng Slamet

Investigasi lapangan Narative.id mengenai derita kekeringan desa-desa lereng, alih fungsi lahan kentang, longsor hulu, dan jejak bukaan bukit masa lalu.

LIPUTAN INVESTIGASI

Kekeringan Masih Berlanjut, Warga Empat Dukuh di Pagenteran Pemalang Terima Bantuan Air Bersih dari Kodim 0711/Pemalang

NARATIVE.ID, Pemalang — Warga di empat dukuh di Desa Pagenteran, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, masih membutuhkan pasokan air bersih di tengah kekeringan yang berlanju…

Baca Laporan Lengkap ↗
LIPUTAN INVESTIGASI

Kentang, Korporasi, dan Luka Ekologis Gunung Slamet

Pagi itu saya menerima sebuah dokumen dalam bentuk gambar. Sebuah surat undangan dengan kop pemerintah daerah, nomor surat, tanda tangan elektronik, serta agenda Focus Group Discussion bertajuk “Tata Kelola Budidaya Kentang Berbasis Kelestarian Lingkungan.”

Baca Laporan Lengkap ↗
LIPUTAN INVESTIGASI

Citra Satelit Gunung Slamet 2025–2026 Tunjukkan Perubahan Lereng, Presidium Soroti Longsoran di Hulu Sungai

Perbandingan citra satelit lereng selatan Gunung Slamet pada 22 September 2025 dan 22 September 2026 memperlihatkan perubahan kondisi permukaan kawasa…

Baca Laporan Lengkap ↗
Lihat seluruh liputan Tekanan & Bencana (6) →
03 — MANUSIA DI KAKI GUNUNG

Di lereng terjal, hutan adalah rumah, periuk nasi, dan ruang hidup bermartabat.

Gunung Slamet bukan bentang alam tanpa denyut manusia. Di sekeliling sabuk hijaunya, puluhan ribu keluarga hidup berdampingan dengan batas hutan: mencangkul ladang sayur di kemiringan ekstrem, menyadap getah pinus bersama Perhutani, dan merawat kopi di bawah naungan pohon.

Konservasi modern menuntut satu kejujuran etis: menjaga gunung tidak bisa dicapai dengan memusuhi masyarakat yang telah merawat lerengnya selama bergenerasi. Hutan lestari harus menjamin warga tetap sejahtera.

KAJIAN MASYARAKAT DESA HUTAN54,1%

keluarga menggantungkan hidup langsung dari tanah lereng.

Di desa-desa yang berbatasan langsung dengan hutan lindung, bertani bukan sekadar mata pencaharian, melainkan napas hidup turun-temurun. Kearifan warga merawat pohon menjadi penentu kelestarian lereng terjal.

19jenis tanaman pangan liar
24jenis kayu ramah lingkungan
18jenis tanaman obat tradisional
11hijauan pakan ternak

Hutan Slamet adalah apotek hidup dan lumbung pangan alami: warga memanfaatkan getah, pucuk daun, dan obat herbal secukupnya tanpa menebang pohon induk.

POTRET NYATA DI TAPAK LERENG

Dari Sayur Lereng Curam, Kopi Naungan, hingga Wisata Desa.

Di berbagai penjuru kaki gunung, masyarakat membuktikan bahwa menjaga rimba bisa berjalan seiring dengan mengisi periuk nasi.

DESA SERANG · 202490%

warga bertani sayur & buah

Mayoritas keluarga mengandalkan hasil bumi dan agrowisata stroberi di lereng timur Purbalingga.

DESA SERANG · 20221000

pohon kopi Arabika

Ditanam di bawah kanopi pinus—menahan tanah dari longsor sekaligus menghidupi kelompok tani hutan.

GUNUNGWULED · 2025AGROFORESTRY

Kopi Naungan Rimba

Kelompok tani LMDH merawat tegakan hutan sambil memanen biji kopi berkualitas di lereng timur.

SOKAWERA · 2025KEMITRAAN

Petani & Penjaga Hutan

Dialog warga desa dengan pengelola hutan membuktikan pentingnya kepastian ruang kelola bagi penggarap kecil.

KALISALAK · 2026EKOWISATA

Curug Gomblang

Warga lokal mengelola keindahan air terjun secara mandiri sebagai sumber ekonomi jasa lingkungan.

⚡ DISPATCH LAPANGAN · BAB 03
Liputan Warga Lereng & Kemitraan Hutan

Menemui masyarakat penggarap kopi, getah pinus, budidaya sayur, dan penjaga mata air tradisional di batas sabuk hijau.

LIPUTAN WARGA

Ode Rintik Hujan dan Runtuk Tahi di Bulan Juni

Meminjam bait syair Sapardi, "Tak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni, dirahasiakannya runtuk tahi pada mata air yang mengalir dari koloni kandang itu disini."

Baca Laporan Lengkap ↗
Lihat seluruh liputan Warga Lereng (1) →
04 — MENUJU TAMAN NASIONAL & SUARA KITA

Tarik ulur garis batas, kepastian zonasi, dan pertanyaan tentang Slamet 2046.

Pada 24 April 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi melayangkan surat usulan perubahan status kawasan hutan Gunung Slamet menjadi Taman Nasional ke Kementerian Kehutanan di Jakarta. Usulan ini memantik harapan penyelamatan ekologi, namun sekaligus memicu kecemasan di tingkat tapak lima kabupaten: akankah status baru ini menutup ruang kelola petani?

Sebelum palu keputusan diketok di Jakarta, nasib Slamet sedang ditentukan oleh keadilan garis zonasi dan suara masyarakat di akar rumput. Masa depan tahun 2046 bukan ramalan kosong—ia adalah komitmen yang kita rumuskan hari ini.

STATUS HUKUM HARI INIMASIH DALAM KAJIAN PEMERINTAH PUSAT

Surat usulan dari Pemprov Jawa Tengah telah berada di meja Kementerian Kehutanan di Jakarta. Kajian teknis lapangan masih berjalan dan hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) resmi penetapan Taman Nasional.

DOKUMEN RESMI PEMERINTAH
Pemprov Jateng resmi bersurat ke kementerian

Usulan perubahan status Gunung Slamet menjadi Taman Nasional resmi dilayangkan ke Jakarta untuk memulai proses telaah kementerian.

PEMPROV JAWA TENGAH
Kajian masih bergulir, belum ada penetapan

Pemerintah daerah menegaskan proses usulan masih dalam kajian mendalam dan status kawasan belum berubah menjadi penetapan final.

PEMPROV JAWA TENGAH
Cakupan bentang alam lima kabupaten

Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes ditegaskan masuk dalam cakupan terpadu pembahasan usulan.

PEMPROV JAWA TENGAH
Aspirasi warga mengetuk DPRD Brebes

DPRD Brebes menerima audiensi Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional untuk memastikan perlindungan hutan tidak mengorbankan petani lokal.

DPRD BREBES
Payung hukum kemitraan masyarakat diperkuat

Regulasi kehutanan nasional terbaru menegaskan bahwa kawasan konservasi wajib membuka ruang kemitraan bagi masyarakat lokal di sekitarnya.

REGULASI KEHUTANAN RI
CAKUPAN WILAYAH

Lima Kabupaten, Satu Bentang Alam

Gunung Slamet memayungi Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Klik tiap kabupaten untuk membaca keterikatan warga dan wilayahnya dengan gunung.

5KABUPATEN
MENYATU DI KAKI SLAMET
DOKUMEN PEMPROV
01

BANYUMAS

Banyumas adalah salah satu dari lima kabupaten yang disebut dalam cakupan administratif usulan Gunung Slamet. Profil wilayah pada kartu ini dipisahkan dari batas calon taman nasional.

LIHAT PROFIL →
02

PURBALINGGA

Purbalingga adalah salah satu dari lima kabupaten yang disebut dalam cakupan administratif usulan Gunung Slamet. Profil wilayah pada kartu ini tidak dimaksudkan sebagai polygon kawasan.

LIHAT PROFIL →
03

PEMALANG

Pemalang adalah salah satu dari lima kabupaten yang disebut dalam cakupan administratif usulan Gunung Slamet. Profil wilayah pada kartu ini dibaca sebagai konteks administratif, bukan batas taman nasional.

LIHAT PROFIL →
04

TEGAL

Tegal adalah salah satu dari lima kabupaten yang disebut dalam cakupan administratif usulan Gunung Slamet. Profil ini memberi konteks wilayah tanpa menggambar batas kawasan yang belum terverifikasi.

LIHAT PROFIL →
05

BREBES

Brebes adalah salah satu dari lima kabupaten yang disebut dalam cakupan administratif usulan Gunung Slamet. Profil wilayah tetap dibedakan dari keputusan dan batas resmi kawasan.

LIHAT PROFIL →
MENANTI TAPAL BATAS

Di mana persisnya garis batas taman nasional ditarik?

Hingga kini peta zonasi resmi dari kementerian belum dirilis ke publik. Tarik ulur garis batas inilah yang paling menentukan nasib warga: kebun siapa yang masuk zona larangan, dan desa mana yang tetap bebas mengelola lahannya.

KONSEKUENSI & DILEMA

Jika Status Berubah: Apa yang Terjadi pada Warga & Kawasan?

Taman nasional dikelola lewat sistem zonasi. Bagian ini membedah aturan main kawasan konservasi untuk menimbang harapan perlindungan hutan versus kecemasan warga desa.

ATURAN MAIN KAWASANTAMAN NASIONAL TIDAK BERARTI MEMAGARI GUNUNG

Banyak warga khawatir status baru akan mengusir petani penggarap. Dalam aturan konservasi modern, kawasan dibagi lewat petak zonasi: ada rimba perawan yang mutlak dilindungi demi mata air dan satwa langka, namun ada pula zona pemanfaatan wisata dan zona tradisional tempat warga tetap bisa memetik rezeki.

01

Perlindungan Inti

Menjaga mata air purba dan suaka satwa liar langka agar tidak dirambah atau dirusak oleh perburuan dan tambang.

02

Pembagian Zona

Kawasan tidak dikelola kaku. Ada zona inti, zona rimba, zona wisata alam, hingga zona pemanfaatan tradisional untuk warga lokal.

03

Kemitraan Warga

Warga sekitar hutan ditempatkan sebagai mitra resmi penjaga kawasan lewat skema pemberdayaan dan kemitraan konservasi.

04

Wisata Berkelanjutan

Curug, jalur pendakian, dan keindahan alam dikelola dengan kuota daya dukung agar tidak rusak oleh lonjakan wisatawan.

TANTANGAN DI TINGKAT TAPAK

Kertas keputusan di Jakarta tidak otomatis menyelesaikan persoalan di bawah kaki gunung.

Kunci keberhasilan taman nasional berada pada keberanian pemerintah: memetakan kebun garapan warga secara adil, menjamin pipa air bersih desa tidak diputus, dan melindungi pengelola wisata lokal dari serbuan korporasi besar.

PAYUNG HUKUM

Undang-Undang Konservasi Hayati dan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Kawasan Hutan Republik Indonesia.

SUARA DARI AKAR RUMPUT

Sebelum keputusan diketok di Jakarta, dengarkan mereka yang hidup di lerengnya.

Keputusan konservasi sering kali dirumuskan di ruang rapat berpendingin udara di ibu kota. Namun mereka yang pertama kali menanggung akibatnya adalah perempuan yang memanggul kayu bakar, petani yang menanam kopi di celah pinus, dan relawan yang menyusuri pipa air saat longsor melanda.

Menatap tahun 2046—dua dekade dari sekarang—pertanyaan mendasarnya bukan sekadar status hukum apa yang tertulis di plang pintu masuk, melainkan apakah mata air Slamet masih memancar dan generasi penerus lereng tetap memiliki ruang hidup bermartabat.

warga lereng slamet · brebes
“Di sini sering terjadi longsor, pas hujan deras sering terjadi banjir bandang.”

NARASUMBER

SLAMET 20 TAHUN MENDATANG

Tahun 2046 bukan ramalan. Ia adalah pertanyaan bagi kita hari ini.

Dua puluh tahun dari sekarang, Gunung Slamet mungkin masih tampak biru dari kejauhan. Tetapi apakah hutannya masih lebat, airnya masih mengalir, dan warganya tetap sejahtera, bergantung pada keputusan yang kita ambil hari ini.

20262046
HUTAN

Apakah kanopi rimba tetap tersambung rapat?

Mencegah fragmentasi hutan agar benteng resapan air tidak terbelah oleh perambahan dan bangunan komersial liar.

AIR

Apakah hulu DAS tetap mampu mengalirkan kehidupan?

Memastikan sawah petani dan sumur jutaan warga di pantura serta selatan tidak kering kerontang saat kemarau.

KEHIDUPAN

Apakah satwa kunci masih memiliki ruang suaka?

Menjaga agar Poksai Kuda dan Elang Jawa tetap bebas terbang di kanopi, bukan menjadi dongeng kepunahan.

MANUSIA

Apakah warga lereng tetap memiliki kedaulatan ruang?

Memastikan konservasi memuliakan masyarakat setempat sebagai tuan rumah pelindung gunung leluhurnya.

CATATAN MASA DEPAN

Masa depan Gunung Slamet sedang ditentukan hari ini.

Dua dekade dari sekarang, apa yang kita jaga hari ini akan tercatat dalam sejarah: apakah kita mewariskan gunung yang memberi kehidupan, atau bentang alam tandus yang kehilangan napasnya.

⚡ DISPATCH KEBIJAKAN & SUARA · BAB 04
Liputan Khusus: Tarik Ulur Kebijakan, Advokasi & Suara Masa Depan

Sikap warga, perdebatan aktivis hukum dan lingkungan, audiensi legislatif daerah, serta suara generasi penjaga lereng menyongsong tahun 2046.

LIPUTAN KEBIJAKAN

Tiga Hari Bicara Gunung Slamet, Gerakan 30 SS Satukan Hukum, Budaya dan Lingkungan

Baca Laporan Lengkap ↗
Lihat seluruh liputan Kebijakan & Suara (1) →

Gunung tidak pernah meminta untuk dijaga.

Tetapi kehidupan di bawahnya memberi manusia alasan untuk menjaganya.

SLAMETMENUJU TAMAN NASIONALA NARATIVE.ID SPECIAL COVERAGEBUKA PUSAT LIPUTAN SLAMET →
DOSSIER INVESTIGASI & PUSAT PERJALANAN

Pusat Perjalanan Slamet: Arsip Liputan Lapangan

Setiap bab penelusuran bermuara pada laporan langsung jurnalisme Narative.id di tapak lereng. Telusuri krisis mata air, investigasi alih fungsi kentang, dinamika warga, hingga tarik ulur usulan taman nasional di lima kabupaten.